Minggu, 30 Oktober 2011

START: Feel Your Own Wind

START!

In the morning.
Let's feel the wind on the moment.
What kind of wind is that?
What kind of feel do you got?

Every person may feel different feel and different wind.

Every person has their own heart.
Heart can NOT be same for every people.

Every heart could experience and store various kind of presence.

Let's start from our heart.
Give yours a little time at least.
For listening to what your heart says.

And believe this: every person could be a special warrior in this earth.

Wind has been told me this story.
So please embrace yourself. Please believe one more time to your heart intent.
And so give yourself your own wing. Slowly spread your own wing.

Sayap ialah keinginan manusia.
Wright bersaudara mencoba mengabulkan keinginan manusia sejak zaman primitif dulu menjadi realisasi yang mereka sebut pesawat terbang.
Namun sampai saat ini manusia belum puas.
Mereka tetap ingin terbang dengan sayap sendiri. Bebas.
Kebebasan untuk melepas beban mereka.
Alasan tersebut berbeda dengan manusia zaman dahulu. Mereka ingin terbang karena mereka ingin mengetahui apa yang tidak bisa diketahui tanpa terbang.

Manusia zaman sekarang semakin dewasa semakin terbebani.
Sangat sering mereka ingin melepaskan beban tersebut.
Dan terbang di langit yang biru. Bercengkrama dengan makhluk terbang lainnya.
Bahkan sedikit berharap akan bertemu dengan malaikat yang akan membantunya menyelesaikan bebannya di darat.
Ya... di langit tidak ada beban. Semua beban ada di darat. Mereka menghempaskan diri ke langit untuk melepas beban.

Bagaimana untuk mencapai langit dengan terbang?
Tentu jawabnya ialah dengan sayap.
Ini analogi.
Sayap adalah skill kita.
Terbang adalah pengembangan dari skill kita.
Langit adalah apa yang hati nurani kita katakan tentang keinginan kita.

Ini adalah langkah pertama untuk bisa terbang:
Lepaskan sejenak beban pikiran kita.
Berikan waktu sejenak untuk diri kita.
Dengarkan apa yang hati kita inginkan.
Bila tak terdengar, berarti terdapat kabut yang menutupinya.
Cara untuk membuka kabut tersebut hanya kau sendiri yang tahu.
Dengarkan kata hati. Itulah langkah pertama untuk menciptakan sayap.

Langkah kedua ialah mencari dan merasakan angin.
Akan dibahas di tulisan berikutnya.

Thanks to all readers.
This was another soliloquy without any resource.
-8.08 a.m. Gg.Makam 21-

The closer = The Tougher

Pagi hari.
Kuterbangun lagi.
Dari kutertidur lagi.
Sial lagi. Al-fajr terlewati.
Sudah berapa kali?
Sial.
Kenapa sial?
Aku tak nyaman.
Kejadian satu zaman.
Tak lagi seperti tahun itu.
Tak lagi selambat itu.
Kali ini segalanya begitu cepat.
Beban semakin berat.
...dan semakin banyak.
Yang tertulis adalah 19.
Namun yang terrasa adalah 30.

Padahal ini sudah dua tujuh bulan sepuluh.
Tapi aku belum juga mengukir.
Ini saja yang pertama.
Namun tentunya bukan ini yang kuinginkan.

Pagi hari ini pun sudah tujuh - empat puluh lagi.
Rencanaku berantakan lagi.
Apa coba yang harus kutulis dalam 3 hari ke depan?
Tadi mau kutulis semua beban disini.
Namun apa perlu?
Jika kutulis disini sama dengan menegaskan.
Menegaskan beban itu benar akan memakan.
Lebih baik kusadari saja.
Semakin berat sama dengan semakin dekat.
Dekat dengan destinasi saya.
Dekat dengan takdir jaya.
(harus) dekat dengan Sang Penguasa.

Kuakhiri bait ini.
Kulangkahkan kaki.
Bersegera mandi.
Menyambut pagi.
Menaruh mimpi.
Di depanku setiap waktu.
Dan mengomando tubuhku.
Untuk segera maju.
Tanpa memikirkan masa lalu.

Sambil mengingat: the closer = the tougher.

-27 October 2011-

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mendesain Orang ~The wind of Truth~

men-DESAIN dunia

Kita menerima desain dan memberikan desain.
Tanpa kita sadari...

perilaku yang kita berikan dan yang kita dapatkan

sangat berperan dalam mendesain diri kita ke depannya


semua hal dapat berubah dan diubah

yang membedakan adalah proses dan waktu
kepribadian dan hati yang paling keras pun dapat diubah

semua tergantung apakah proses nya sudah tepat

dan juga durasi yang cukup


kepribadian orang lain
dapat kita desain menjadi apa yang kita inginkan

dengan memberikan perlakuan yang berbeda
orang lain dapat kita ubah


bila ingin membuat orang tersebut bersifat manja, contohnya..

mudah saja,
hanya dengan mengabulkan semua permintaannya
maka orang tersebut akan menjadi orang
yang ketergantungan dan manja
(tentu tidak hanya itu sifat yang muncul atau berubah, tapi ini hanyalah contoh)


Tapi,
ada satu hal yang dapat menjaga seseorang dan menyulitkan orang lain
dari usaha merubah dirinya menjadi apa yang orang lain (secara sadar atau tidak) inginkan.

Hal ini dapat membuat dirinya sulit dipengaruhi
oleh tindakan atau perilaku orang lain terhadap dirinya.

Dan dengan hal ini orang tersebut mampu menjaga dirinya
untuk disusupi nilai-nilai yang tidak diinginkannya
yang dapat mendesain dirinya
menjadi kepribadian yang tak diinginkannya.


Apakah hal itu?
Yaitu adalah 'prinsip' atau 'keteguhan'.

Apabila ia yakin akan nilai-nilai yang ia bawa telah sesuai dengan dirinya
dan juga yakin bahwa nilai-nilai yang diberikan orang lain tidak ingin ia ambil,
maka hal tersebut sudah cukup
untuk menghentikan orang lain mendesain ulang diri kita.


Tapi disini ada suatu permasalahan.

Bagaimana bisa seseorang yakin
akan apa yang tertanam dalam dirinya
adalah benar atau sesuai?

Adakah alat ukur yang universal
agar semua orang di dunia yakin
bahwa nilai-nilai yang ia bawa
adalah benar atau salah?


Inilah yang tidak diketahui oleh orang-orang dunia kebanyakan.
Sehingga semakin banyak nilai-nilai yang dibuat oleh orang-orang
yang diawali dari budaya dan gaya hidup di suatu wilayah
yang kelamaan dianggap wajar
karena menurut mereka hal tersebut adalah benar dan wajar.


Nilai-nilai yang banyak tersebut saling bersaing di tingkat internasional...

dan lama kelamaan menciptakan eksistensi yang dinamakan GLoBalisasi.
Dimana terjadi saling mempengaruhi antar nilai.
Tetapi tidak ada orang yang tahu secara objektif,
apakah nilai tersebut benar atau tidak?



trade globalization


Disinilah saya mewacanakan,
sudah saatnya kita mencari dan menentukan alat ukur yang benar-benar tepat
dan dapat diterima oleh semua orang di dunia.
Sehingga tidak lagi terjadi persaingan
dan saling menjatuhkan antar penganut nilai yang berbeda,
malah akan membentuk satu nilai yang paling benar
dan dianut oleh semua orang di dunia.

Rabu, 28 Oktober 2009

2nd Wind - the Sword ~Kamaitachi~

Di awal petualangan.............. apa yang harus dilakukan?
Di awal perjuangan............... apa yang harus didapatkan?

Biasanya, kalau main RPG (Role Playing Game) tentu saja..
Memasang Equipment - termasuk weapon (senjata) pada karakter.

Ketika kita tidak memasang senjata, yang notabene harus dilakukan pada settings/option yang -mungkin- bagi pemula terasa agak menyulitkan, lihat saja.. bakalan kalah deh waktu ketemu musuh pertama (meskipun musuh pertama itu lemah).

Nah, pasti sudah pada bertanya-tanya nih analoginya kemana..?
Sebenarnya.. dalam perjuangan di kehidupan, dalam RPG Kehidupan (saya usulkan dinamakan RPL - Role Playing Life).. tahukah senjata yang paling efektif?
Mungkin kurang tepat juga kalau disebut senjata. Mungkin bisa dibilang sumber energi dari banyak senjata yang bisa kita pilih sesuai pribadi kita. Kalau di Final Fantasy VII ada disebut 'Life Force' mungkin disini disebut 'Weapon Force'.
Nah.. hal apakah itu?

Tebak dulu..

...

tak tau? pikirkan lagi..
saya beri clue-nya.. dia abstrak.

...

butuh clue lagi?
dia bergerak, dinamis..

...

clue yg terakhir..
dia memiliki dimensi tersendiri.

....
apakah senjata tersebut?
what is it exactly?

...

ya..

itu adalah.. ini:
*bukan jam lho ya..!

yaitu.. Waktu.
Time.
It was a dynamic existence living in a divvy dimension with us.
That thing will become our greatest weapon, our greatest material to forge our sword, axe, spear, or other weapon of your choice.

Sudah sering dengar "Waktu bagaikan Pedang" kan..?!
Waktu bisa membantumu mengalahkan musuh, tetapi juga bisa menusukmu.
Hal tersebut bergantung pada pengendalian dari waktu ini.

Bagaimana kita bisa mengendalikan waktu agar dapat menjadi sumber kekuatan..
Bagaimana kita bisa menggunakan waktu agar dapat menempa pedang..

Prinsip skala prioritas pun digunakan.
Tujuan hidup pun disinggungkan.
Visi-misi diturunkan.
Dan mata pelajaran / mata kuliah MANAJEMEN WAKTU pun diusulkan.

Melalui ini, saya mengajak kepada kalian semua untuk memanajemen waktu dengan baik.
Dengan meningkatkan level manajemen waktu, maka meningkat pula lah level senjata kalian untuk menumpas musuh-musuh di jalan perjuangan RPG of Your Own Life, sehingga bisa mendapatkan GOOD ENDING.

Pada angin sendiri terdapat istilah jepang yang menyebut mengenai angin yang menjadi layaknya bilah pedang yang sanggup mengiris dedaunan. Istilah tersebut sering digunakan di manga maupun anime, yaitu kamaitachi.
Kenapa saya masukkan mengenai kamitachi ini? Yah tidak lain karena blog ini adalah blog angin.
:D

Regards.

nb: walau tidak bisa mengendalikan angin, semoga saya bisa mengendalikan waktu ASAP (as soon as possible) XD

Selasa, 04 Agustus 2009

First Wind


When the wind blows in the first season..
Comes the fluttering feel in the heart.

Please make this mild zephyr as the first introducing.
Makes a warmth, fluttering welcome to all of you. And me.

Welcome to my Zephyr World.

Sylphid.