Showing posts with label heart. Show all posts
Showing posts with label heart. Show all posts

Sunday, October 26, 2014

LOST in TIME

Believe that writing is a therapy
for all problem about self-consciousness
for correction in the motion
for moving to the next station
for a lonely soul
from and within heart.

Disturbance causing uproar
Chaos is the final destination
Heaven has been forgotten
Time has been lost

What attraction could be the one to re-factor the imbalance soul?
What is the real wish of the immature soul?
Who have the answer?
Who would be assist him?
Which path is he going to be placed?
How will he got his power back?
Why isn't it come yet?
When it will be subdued?
What will be his bifurcation moment?

Once again
The feel of being an abstraction
Attracted by
slashed and diced over
Made to
forget the royal ray.

Κρόνος, she said.
The one, she told,
who shall be blamed.
The master of time.

What is actually
How could it be
Termination
Behind the dimension
and the space
there is no
escape

But
maybe there's
an exception.

Monday, October 1, 2012

~Kesadaran~

Aku sadar.
Jiwaku tersadar.
Apa yang jiwaku panggil terhadapku.
Ia ingin aku mengubah orang lain menjadi lebih baik.
Hal itulah yang bisa membuatnya penuh..
dan tersenyum.

---
Entah kenapa.. aku kedinginan.

---

~Kesadaran~

[soundtrack: Ruddins - The Deepest Heart]


Apa sih yang kalian inginkan di dunia ini?
Apa sih yang kalian harapkan selama hidup di dunia?
Percayakah kalian suatu saat nanti kita akan melanglang ke alam lain?

Sadarkah kalian apa yang dibuat oleh umat manusia selama ini menjadi konspirasi dunia 
yang memalingkan kesadaran jiwa kita?

Mari sejenak merenung.
Dengarkan alam berbicara..
Biarkan udara menampar wajah kita.
Biarkan telinga kita mendengar
hiruk pikuk yang terasa senyap itu.
Biarkan mata kita menerawang
menuju jiwa kita.

Rasakan dan tanyakan
pada hati masing-masing:

apa yang telah

kita lakukan

selama ini?

Apakah nurani kita 
menginginkannya?

Bagaimana cara untuk meledakkan hambatan
yang menggumpali jangkauan kita?

Biarkan sejenak jua untuk menimpali pertanyaan:
"Tidakkah aku harus melakukan sesuatu yang lain?"
"Jiwaku... apa yang engkau harapkan?"

Rasakan seberapa penuh jiwa dan hati kalian saat ini.
Hal tersebut merupakan kualitas ruh kita.
Ketika fisik kita telah mati, ruh yang merupakan eksistensi diri kita 
akan dibedakan berdasarkan kualitas tersebut.

=====

01-10-'12

ditulis di ponsel Nokia
di teras masjid Baitun Nur menjelang isya
ditemani banyak angin yang takhentinya
menyelusup dan menampari jiwa


Monday, October 31, 2011

START: Feel Your Own Wind

START!

In the morning.
Let's feel the wind on the moment.
What kind of wind is that?
What kind of feel do you got?

Every person may feel different feel and different wind.

Every person has their own heart.
Heart can NOT be same for every people.

Every heart could experience and store various kind of presence.

Let's start from our heart.
Give yours a little time at least.
For listening to what your heart says.

And believe this: every person could be a special warrior in this earth.

Wind has been told me this story.
So please embrace yourself. Please believe one more time to your heart intent.
And so give yourself your own wing. Slowly spread your own wing.

Sayap ialah keinginan manusia.
Wright bersaudara mencoba mengabulkan keinginan manusia sejak zaman primitif dulu menjadi realisasi yang mereka sebut pesawat terbang.
Namun sampai saat ini manusia belum puas.
Mereka tetap ingin terbang dengan sayap sendiri. Bebas.
Kebebasan untuk melepas beban mereka.
Alasan tersebut berbeda dengan manusia zaman dahulu. Mereka ingin terbang karena mereka ingin mengetahui apa yang tidak bisa diketahui tanpa terbang.

Manusia zaman sekarang semakin dewasa semakin terbebani.
Sangat sering mereka ingin melepaskan beban tersebut.
Dan terbang di langit yang biru. Bercengkrama dengan makhluk terbang lainnya.
Bahkan sedikit berharap akan bertemu dengan malaikat yang akan membantunya menyelesaikan bebannya di darat.
Ya... di langit tidak ada beban. Semua beban ada di darat. Mereka menghempaskan diri ke langit untuk melepas beban.

Bagaimana untuk mencapai langit dengan terbang?
Tentu jawabnya ialah dengan sayap.
Ini analogi.
Sayap adalah skill kita.
Terbang adalah pengembangan dari skill kita.
Langit adalah apa yang hati nurani kita katakan tentang keinginan kita.

Ini adalah langkah pertama untuk bisa terbang:
Lepaskan sejenak beban pikiran kita.
Berikan waktu sejenak untuk diri kita.
Dengarkan apa yang hati kita inginkan.
Bila tak terdengar, berarti terdapat kabut yang menutupinya.
Cara untuk membuka kabut tersebut hanya kau sendiri yang tahu.
Dengarkan kata hati. Itulah langkah pertama untuk menciptakan sayap.

Langkah kedua ialah mencari dan merasakan angin.
Akan dibahas di tulisan berikutnya.

Thanks to all readers.
This was another soliloquy without any resource.
-8.08 a.m. Gg.Makam 21-