Pada momenlah esensi waktu disadari.
Pada momenlah jati diri manusia disadari.
Pada momenlah hakikat hidup disadari.
Pada momenlah terbuka portal antara
dimensi waktu dan ruang jiwa manusia.
Manusia memiliki tingkat pemikiran yang saat ini sudah sukar ditakar batasnya. Berkat luasnya alam serta luasnya pemikiran (dan jumlah) manusia, banyak hal yang bermunculan menambah variabel kehidupan. Teknik-teknik bertahan hidup, pengelolaan sumber daya alam, serta hal-hal yang mempermudah kehidupan manusia terus dikembangkan. Namun perkembangan teknik-teknik tersebut juga tidak jarang menjadi penyebab terjadinya kehancuran sistem, contohnya perang. Itu dulu. Apakah kehancuran sistem yang diakibatkan perkembangan pemikiran manusia di zaman sekarang juga adalah perang?
Dewasa ini, perkembangan pemikiran manusia — atau lebih mudahnya bisa kita sebut sebagai 'teknologi' — mengarah pada suatu hal yang disadari sebagai 'kejenuhan'. Semakin banyaknya variabel kehidupan dari tahun ke tahun pada akhirnya akan semakin membingungkan manusia. Manusia dituntut mengetahui lebih banyak hal di masa depan dibandingkan di masa lalu. Manusia yang sanggup mengikuti perkembangan zaman akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi di antara manusia lainnya. Manusia, dalam menghadapinya tentu punya kapasitas masing-masing.
Kapasitas manusia dalam memahami dan mendapatkan variabel-variabel kehidupan tentu berbeda-beda. Sehingga, manusia yang lebih kecil kapasitasnya, dituntut untuk mengembangkan kapasitasnya agar dapat bersaing dan bertahan hidup di dunia. Tidak jarang saat ini, manusia dituntut untuk melakukan hal yang melebihi kapasitasnya, sehingga tercapailah titik jenuh. Ketika sampai pada titik jenuh, secara alamiah manusia akan frustasi dan stres. Di sini peran ilmu psikologi dibutuhkan untuk menstabilkan titik jenuh yang terjadi. Dalam hal ini, kehancuran sistem yang terjadi adalah kehancuran kestabilan emosi dan ruhani pada manusia.
Kehancuran sistem ruhani atau spiritual adalah lupanya manusia akan jati dirinya sesungguhnya. Untuk apa ia hidup di dunia? Untuk apa ia bekerja? Untuk apa ia beribadah? Untuk apa ia berjuang? Kelupaan ini disebabkan oleh banyaknya variabel-variabel kehidupan yang perlu dipenuhi oleh seorang manusia. Dapat dikatakan, semakin banyak variabel-variabel dan sistem kehidupan di masa depan, maka akan semakin banyak orang lupa akan jati dirinya sebagai manusia.
Sebenarnya kehancuran sistem disebabkan semakin banyaknya variabel kehidupan ini juga berlaku untuk alam, bukan hanya manusia. Alam kita di bumi memiliki sumber daya yang terus diambil dan dimanfaatkan oleh kita manusia. Tentunya jika diambil terus menerus dan tidak bisa diperbarui, maka alam ini akan kehabisan daya dukungnya. Dengan kata lain, kapasitas alam ini dalam mendukung kehidupan manusia akan habis. Jika habis, maka manusia baru tersadar.. bahwa akhir dunia sudah di depan mata.
Sehingga, ini semua merupakan tantangan kita pada zaman ini, untuk menyadarkan diri kita masing-masing kepada hakikat hidup dan tujuan hidup kita masing-masing di dunia. Kita dibiarkan hidup berkeliaran di dunia ini pasti ada tujuannya. Tujuan apa itu? Saatnya mencari tahu, mulai dari sekarang.
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Saturday, October 28, 2017
Monday, October 27, 2014
Wave und Freund
Baru selesai sampai subbab 4.
Sudah tak tertarik pada file doc.
Sudah lupa bagaimana harus kulanjutkan menganalisa excel-excel itu.
Malah kuganti dengan si alfa.
Thomas Alfa Edison.
No.. he's not the famous inventor.
He's a fictional character.
Sebenarnya sebelum aku baca buku ini aku sudah dipertemukan dengan orang betulan yang bernama Alva. Ya.... mungkin berbeda hurufnya, tapi ini cukup mengasyikkan bagiku untuk membahas kesamaan ini. Alva yang ini lahir di Australia, bukan di tanah Batak. Alva yang ini seumur dengan adik perempuanku yang kecil. Alva yang ini seorang anak laki-laki yang berperawakan biasa cenderung ramping dan kecil. Alva yang ini masih bersekolah di sekolah menengah. Alva yang ini belajar bahasa jerman bersamaku.
Sementara Alfa Ed"ichon" ini..... hm, kalian tahu kan aku belum selesai baca bukunya, masih halaman 39/465. Jadi belum tahu lebih dalam mengenai diri Alfa yang ini. Tapi tentu saja dia punya sesuatu dalam dirinya yang berkaitan dengan judul buku ini, Gelombang.
Gelombang... awalnya kupikir aku akan mengapresiasi gelombang sama dengan aku mengapresiasi getaran. Yang aku tahu getaran itu bisa menyentuh banyak aspek fisik dan non-fisik. Namun gelombang itu sesuatu yang lain. Wave can travel to larger area than vibration. Pada frekuensi tertentu akan timbul sensasi yang dapat mempengaruhi hal-hal di sekitar kita, baik benda hidup maupun benda mati. Untuk benda hidup, hal ini sangat menarik, karena sel-sel dapat bertingkahlaku sesuai dengan gelombang yang menabraknya. Salah satu contohnya adalah penemuan dr. Masaru Emoto terkait kristal air yang bentuknya berubah sesuai dengan makna suara yang diserukan pada air tersebut.
Singkat kata, gelombang memiliki energi, bisa positif dan negatif. Hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap benda yang ditabraknya, tentu saja pengaruh positif atau pun negatif.
Belakangan ini hidup ku tidak menggairahkan sama sekali.
Lihat saja postinganku hari kemarin.
Pekerjaanku pun terbengkalai karena tidak semangat (namun untungnya ini belum memberi dampak pada orang-orang terkait pada proyek pekerjaan ini).
Namun kemarin aku temukan jawabannya.
Ada 2 hal:
1. I lack of spiritualism
2. I lack of sosialism - especially some friends.
Meski sudah tahu no.1, tapi tetap saja sulit untuk mengembalikannya.
Bahkan menulis blog ini tiap oktober saja baru kulakukan kemarin, tanggal 26.
Sepertinya yang paling memberikan perubahan berarti adalah no.2. Aku merasa perlu mendapat kelompok baru yang bisa membuatku dapat menjadi orang yang berharga dan setara dengan mereka. Aku punya kesempatan itu, begitu kemarin reuni kecil-kecilan dengan kawan-kawan S2.
Lalu apa hubungannya dengan gelombang dan alfa?
Alfa itu nama salah satu gelombang. Ada gelombang Alfa, Beta, Gamma, Delta, Theta. Gelombang alfa adalah kondisi paling sadar, sementara theta adalah kondisi paling tidak sadar. Tokoh Alfa dalam Gelombang sepertinya dinamakan seperti itu karena bertugas membuat sadar si tokoh tersembunyi yang sebenarnya merupakan tokoh paling utama dari serial ini. Yah setidaknya tema Gelombang adalah kesadaran.
Pada halaman 16 tertulis:
"Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Nevoa da Meia-Noite. Mata Anda akan terbuka tepat pada waktunya."
Jadi, apa yang olehku kusebut sebagai chaos dalam setiap beberapa tahapan hidupku.... Apa yang kutunggu untuk menjadi faktor pembalik keadaan dari chaos menjadi order.... Apa yang kuharapkan untuk order dalam hidupku. Semua belum tersadarkan dalam jiwaku. Aku menjadi seperti ini karena aku gagal mendapat teman sejati dalam dunia kampusku dulu, terutama S1. Bahkan apa yang kuharap menjadi partner hidupku, 3 bulan lalu telah ditakdirkan untuk berpisah denganku. Setelah itu aku tidak punya keinginan apa-apa. Impianku soal sungai dan dunia sudah entah kemana. Kekuatan batinku sangat lemah ternyata. Kisah mana pun yang kuikuti, dari komik sampai film layar lebar, mereka selalu menyatakan teman adalah yang utama, di atas segalanya. Keberhasilan hidup adalah ketika kita punya teman baik yang banyak.
Terimakasih wahai blog. Meskipun aku menelatkan diri pada siang ini untuk datang ke tempat perjanjian..... aku temukan satu keinginanku yang paling besar. Ehm, mungkin dua, yakni...
teman,
dan kesadaran.
Semoga Alva menjadi sebuah petunjuk. Meski aku tak terlalu mengenalnya.
Wir durfen freund werden.
Sudah tak tertarik pada file doc.
Sudah lupa bagaimana harus kulanjutkan menganalisa excel-excel itu.
Malah kuganti dengan si alfa.
Thomas Alfa Edison.
No.. he's not the famous inventor.
He's a fictional character.
Sebenarnya sebelum aku baca buku ini aku sudah dipertemukan dengan orang betulan yang bernama Alva. Ya.... mungkin berbeda hurufnya, tapi ini cukup mengasyikkan bagiku untuk membahas kesamaan ini. Alva yang ini lahir di Australia, bukan di tanah Batak. Alva yang ini seumur dengan adik perempuanku yang kecil. Alva yang ini seorang anak laki-laki yang berperawakan biasa cenderung ramping dan kecil. Alva yang ini masih bersekolah di sekolah menengah. Alva yang ini belajar bahasa jerman bersamaku.
Sementara Alfa Ed"ichon" ini..... hm, kalian tahu kan aku belum selesai baca bukunya, masih halaman 39/465. Jadi belum tahu lebih dalam mengenai diri Alfa yang ini. Tapi tentu saja dia punya sesuatu dalam dirinya yang berkaitan dengan judul buku ini, Gelombang.
Gelombang... awalnya kupikir aku akan mengapresiasi gelombang sama dengan aku mengapresiasi getaran. Yang aku tahu getaran itu bisa menyentuh banyak aspek fisik dan non-fisik. Namun gelombang itu sesuatu yang lain. Wave can travel to larger area than vibration. Pada frekuensi tertentu akan timbul sensasi yang dapat mempengaruhi hal-hal di sekitar kita, baik benda hidup maupun benda mati. Untuk benda hidup, hal ini sangat menarik, karena sel-sel dapat bertingkahlaku sesuai dengan gelombang yang menabraknya. Salah satu contohnya adalah penemuan dr. Masaru Emoto terkait kristal air yang bentuknya berubah sesuai dengan makna suara yang diserukan pada air tersebut.
Singkat kata, gelombang memiliki energi, bisa positif dan negatif. Hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap benda yang ditabraknya, tentu saja pengaruh positif atau pun negatif.
Belakangan ini hidup ku tidak menggairahkan sama sekali.
Lihat saja postinganku hari kemarin.
Pekerjaanku pun terbengkalai karena tidak semangat (namun untungnya ini belum memberi dampak pada orang-orang terkait pada proyek pekerjaan ini).
Namun kemarin aku temukan jawabannya.
Ada 2 hal:
1. I lack of spiritualism
2. I lack of sosialism - especially some friends.
Meski sudah tahu no.1, tapi tetap saja sulit untuk mengembalikannya.
Bahkan menulis blog ini tiap oktober saja baru kulakukan kemarin, tanggal 26.
Sepertinya yang paling memberikan perubahan berarti adalah no.2. Aku merasa perlu mendapat kelompok baru yang bisa membuatku dapat menjadi orang yang berharga dan setara dengan mereka. Aku punya kesempatan itu, begitu kemarin reuni kecil-kecilan dengan kawan-kawan S2.
Lalu apa hubungannya dengan gelombang dan alfa?
Alfa itu nama salah satu gelombang. Ada gelombang Alfa, Beta, Gamma, Delta, Theta. Gelombang alfa adalah kondisi paling sadar, sementara theta adalah kondisi paling tidak sadar. Tokoh Alfa dalam Gelombang sepertinya dinamakan seperti itu karena bertugas membuat sadar si tokoh tersembunyi yang sebenarnya merupakan tokoh paling utama dari serial ini. Yah setidaknya tema Gelombang adalah kesadaran.
Pada halaman 16 tertulis:
"Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Nevoa da Meia-Noite. Mata Anda akan terbuka tepat pada waktunya."
Jadi, apa yang olehku kusebut sebagai chaos dalam setiap beberapa tahapan hidupku.... Apa yang kutunggu untuk menjadi faktor pembalik keadaan dari chaos menjadi order.... Apa yang kuharapkan untuk order dalam hidupku. Semua belum tersadarkan dalam jiwaku. Aku menjadi seperti ini karena aku gagal mendapat teman sejati dalam dunia kampusku dulu, terutama S1. Bahkan apa yang kuharap menjadi partner hidupku, 3 bulan lalu telah ditakdirkan untuk berpisah denganku. Setelah itu aku tidak punya keinginan apa-apa. Impianku soal sungai dan dunia sudah entah kemana. Kekuatan batinku sangat lemah ternyata. Kisah mana pun yang kuikuti, dari komik sampai film layar lebar, mereka selalu menyatakan teman adalah yang utama, di atas segalanya. Keberhasilan hidup adalah ketika kita punya teman baik yang banyak.
Terimakasih wahai blog. Meskipun aku menelatkan diri pada siang ini untuk datang ke tempat perjanjian..... aku temukan satu keinginanku yang paling besar. Ehm, mungkin dua, yakni...
teman,
dan kesadaran.
Semoga Alva menjadi sebuah petunjuk. Meski aku tak terlalu mengenalnya.
Wir durfen freund werden.
Sunday, October 6, 2013
Keinginan - Pertolongan - Kesombongan
Kesombongan
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.
disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.
Pertolongan
Nasehat siapakah yang paling berpengaruh pada dirimu? Apakah dari orangtuamu? Gurumu? Nenekmu? Jika sudah kau temukan dan kau ingat nasehat itu, sekarang jawablah pertanyaan berikut: Mengapa nasehat tersebut kau jadikan nasehat nomor satu yang paling berpengaruh pada dirimu?
Ada seseorang yang bercerita bahwa nasehat yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah nasehat dari ayahnya: "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Jangan dianggap sebuah nasehat yang relijius dulu. Api neraka dapat bermakna "penderitaan". Jadi, tolonglah dirimu (pertama-tama) dari penderitaanmu lalu tolonglah keluargamu dari penderitaan mereka. Jika dirimu tidak bisa menyelesaikan penderitaanmu, maka bagaikan menolong orang yang tenggelam sementara dirimu tidak bisa berenang.
Keinginan
Apa yang kau inginkan? Sudah berkali-kali berdoa untuk mendapatkannya? Namun tidak pernah dikabulkan? Apakah Allah mengingkari janjinya untuk mengabulkan doa hambanya? Tidak. Waktu yang tepat perlu dibutuhkan untuk mengabulkan doamu. Seperti itu, atau... doamu kurang menggetarkan Arsy Allah. Sehingga jangan sungkan untuk meminta saudara atau sahabatmu untuk mendoakan dirimu. Kumpulan doa-doa yang tulus tersebut akan memberi pertanda bahwa dirimu memang pantas untuk mendapatkan keinginan tersebut.
disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.
Thursday, October 29, 2009
2nd Wind - the Sword ~Kamaitachi~
Di awal petualangan.............. apa yang harus dilakukan?
Di awal perjuangan............... apa yang harus didapatkan?
Biasanya, kalau main RPG (Role Playing Game) tentu saja..
Memasang Equipment - termasuk weapon (senjata) pada karakter.
Ketika kita tidak memasang senjata, yang notabene harus dilakukan pada settings/option yang -mungkin- bagi pemula terasa agak menyulitkan, lihat saja.. bakalan kalah deh waktu ketemu musuh pertama (meskipun musuh pertama itu lemah).
Nah, pasti sudah pada bertanya-tanya nih analoginya kemana..?
Sebenarnya.. dalam perjuangan di kehidupan, dalam RPG Kehidupan (saya usulkan dinamakan RPL - Role Playing Life).. tahukah senjata yang paling efektif?
Mungkin kurang tepat juga kalau disebut senjata. Mungkin bisa dibilang sumber energi dari banyak senjata yang bisa kita pilih sesuai pribadi kita. Kalau di Final Fantasy VII ada disebut 'Life Force' mungkin disini disebut 'Weapon Force'.
Nah.. hal apakah itu?
Tebak dulu..
...
tak tau? pikirkan lagi..
saya beri clue-nya.. dia abstrak.
...
butuh clue lagi?
dia bergerak, dinamis..
...
clue yg terakhir..
dia memiliki dimensi tersendiri.
....
apakah senjata tersebut?
what is it exactly?
...
ya..
*bukan jam lho ya..!
yaitu.. Waktu.
Time.
It was a dynamic existence living in a divvy dimension with us.
That thing will become our greatest weapon, our greatest material to forge our sword, axe, spear, or other weapon of your choice.
Sudah sering dengar "Waktu bagaikan Pedang" kan..?!
Waktu bisa membantumu mengalahkan musuh, tetapi juga bisa menusukmu.
Hal tersebut bergantung pada pengendalian dari waktu ini.
Bagaimana kita bisa mengendalikan waktu agar dapat menjadi sumber kekuatan..
Bagaimana kita bisa menggunakan waktu agar dapat menempa pedang..
Prinsip skala prioritas pun digunakan.
Tujuan hidup pun disinggungkan.
Visi-misi diturunkan.
Dan mata pelajaran / mata kuliah MANAJEMEN WAKTU pun diusulkan.
Melalui ini, saya mengajak kepada kalian semua untuk memanajemen waktu dengan baik.
Dengan meningkatkan level manajemen waktu, maka meningkat pula lah level senjata kalian untuk menumpas musuh-musuh di jalan perjuangan RPG of Your Own Life, sehingga bisa mendapatkan GOOD ENDING.
Pada angin sendiri terdapat istilah jepang yang menyebut mengenai angin yang menjadi layaknya bilah pedang yang sanggup mengiris dedaunan. Istilah tersebut sering digunakan di manga maupun anime, yaitu kamaitachi.
Kenapa saya masukkan mengenai kamitachi ini? Yah tidak lain karena blog ini adalah blog angin.
:D
Regards.
nb: walau tidak bisa mengendalikan angin, semoga saya bisa mengendalikan waktu ASAP (as soon as possible) XD
Di awal perjuangan............... apa yang harus didapatkan?
Biasanya, kalau main RPG (Role Playing Game) tentu saja..
Memasang Equipment - termasuk weapon (senjata) pada karakter.
Ketika kita tidak memasang senjata, yang notabene harus dilakukan pada settings/option yang -mungkin- bagi pemula terasa agak menyulitkan, lihat saja.. bakalan kalah deh waktu ketemu musuh pertama (meskipun musuh pertama itu lemah).
Nah, pasti sudah pada bertanya-tanya nih analoginya kemana..?
Sebenarnya.. dalam perjuangan di kehidupan, dalam RPG Kehidupan (saya usulkan dinamakan RPL - Role Playing Life).. tahukah senjata yang paling efektif?
Mungkin kurang tepat juga kalau disebut senjata. Mungkin bisa dibilang sumber energi dari banyak senjata yang bisa kita pilih sesuai pribadi kita. Kalau di Final Fantasy VII ada disebut 'Life Force' mungkin disini disebut 'Weapon Force'.
Nah.. hal apakah itu?
Tebak dulu..
...
tak tau? pikirkan lagi..
saya beri clue-nya.. dia abstrak.
...
butuh clue lagi?
dia bergerak, dinamis..
...
clue yg terakhir..
dia memiliki dimensi tersendiri.
....
apakah senjata tersebut?
what is it exactly?
...
ya..
*bukan jam lho ya..!
yaitu.. Waktu.
Time.
It was a dynamic existence living in a divvy dimension with us.
That thing will become our greatest weapon, our greatest material to forge our sword, axe, spear, or other weapon of your choice.
Sudah sering dengar "Waktu bagaikan Pedang" kan..?!
Waktu bisa membantumu mengalahkan musuh, tetapi juga bisa menusukmu.
Hal tersebut bergantung pada pengendalian dari waktu ini.
Bagaimana kita bisa mengendalikan waktu agar dapat menjadi sumber kekuatan..
Bagaimana kita bisa menggunakan waktu agar dapat menempa pedang..
Prinsip skala prioritas pun digunakan.
Tujuan hidup pun disinggungkan.
Visi-misi diturunkan.
Dan mata pelajaran / mata kuliah MANAJEMEN WAKTU pun diusulkan.
Melalui ini, saya mengajak kepada kalian semua untuk memanajemen waktu dengan baik.
Dengan meningkatkan level manajemen waktu, maka meningkat pula lah level senjata kalian untuk menumpas musuh-musuh di jalan perjuangan RPG of Your Own Life, sehingga bisa mendapatkan GOOD ENDING.
Pada angin sendiri terdapat istilah jepang yang menyebut mengenai angin yang menjadi layaknya bilah pedang yang sanggup mengiris dedaunan. Istilah tersebut sering digunakan di manga maupun anime, yaitu kamaitachi.
Kenapa saya masukkan mengenai kamitachi ini? Yah tidak lain karena blog ini adalah blog angin.
:D
Regards.
nb: walau tidak bisa mengendalikan angin, semoga saya bisa mengendalikan waktu ASAP (as soon as possible) XD
Subscribe to:
Posts (Atom)
