Showing posts with label nilai. Show all posts
Showing posts with label nilai. Show all posts

Tuesday, October 3, 2017

Titik Kontemplasi

Mengingati kenangan-kenangan
Menontoni jalinan-jalinan
Yang telah kulewati
Hingga saat ini

Ternyata...
Sudah banyak yang kulewati.

Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?

Ternyata...
Sudah banyak yang kujalini.

Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?

Bagaikan laba-laba
Al-Ankabuut
Ku terus meraba-raba
dan merajut

Apakah sudah cukup?
Apakah yang kulupakan?
Apa lagi yang harus kulakukan?
Apa lagi yang harus kutangkup?

Lalu, aku pun terus melangkah
Karena waktu tak kan menunggu
Sembari masihku bertanya-tanya
tentang yang satu:

Telah lunturkah sesuatu
Yang kupunya dahulu
?


Sunday, October 6, 2013

Keinginan - Pertolongan - Kesombongan

Kesombongan
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.

Pertolongan
Nasehat siapakah yang paling berpengaruh pada dirimu? Apakah dari orangtuamu? Gurumu? Nenekmu? Jika sudah kau temukan dan kau ingat nasehat itu, sekarang jawablah pertanyaan berikut: Mengapa nasehat tersebut kau jadikan nasehat nomor satu yang paling berpengaruh pada dirimu?

Ada seseorang yang bercerita bahwa nasehat yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah nasehat dari ayahnya: "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Jangan dianggap sebuah nasehat yang relijius dulu. Api neraka dapat bermakna "penderitaan". Jadi, tolonglah dirimu (pertama-tama) dari penderitaanmu lalu tolonglah keluargamu dari penderitaan mereka. Jika dirimu tidak bisa menyelesaikan penderitaanmu, maka bagaikan menolong orang yang tenggelam sementara dirimu tidak bisa berenang.

Keinginan
Apa yang kau inginkan? Sudah berkali-kali berdoa untuk mendapatkannya? Namun tidak pernah dikabulkan? Apakah Allah mengingkari janjinya untuk mengabulkan doa hambanya? Tidak. Waktu yang tepat perlu dibutuhkan untuk mengabulkan doamu. Seperti itu, atau... doamu kurang menggetarkan Arsy Allah. Sehingga jangan sungkan untuk meminta saudara atau sahabatmu untuk mendoakan dirimu. Kumpulan doa-doa yang tulus tersebut akan memberi pertanda bahwa dirimu memang pantas untuk mendapatkan keinginan tersebut.


disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.

Sunday, October 31, 2010

Mendesain Orang ~The wind of Truth~

men-DESAIN dunia

Kita menerima desain dan memberikan desain.
Tanpa kita sadari...

perilaku yang kita berikan dan yang kita dapatkan

sangat berperan dalam mendesain diri kita ke depannya


semua hal dapat berubah dan diubah

yang membedakan adalah proses dan waktu
kepribadian dan hati yang paling keras pun dapat diubah

semua tergantung apakah proses nya sudah tepat

dan juga durasi yang cukup


kepribadian orang lain
dapat kita desain menjadi apa yang kita inginkan

dengan memberikan perlakuan yang berbeda
orang lain dapat kita ubah


bila ingin membuat orang tersebut bersifat manja, contohnya..

mudah saja,
hanya dengan mengabulkan semua permintaannya
maka orang tersebut akan menjadi orang
yang ketergantungan dan manja
(tentu tidak hanya itu sifat yang muncul atau berubah, tapi ini hanyalah contoh)


Tapi,
ada satu hal yang dapat menjaga seseorang dan menyulitkan orang lain
dari usaha merubah dirinya menjadi apa yang orang lain (secara sadar atau tidak) inginkan.

Hal ini dapat membuat dirinya sulit dipengaruhi
oleh tindakan atau perilaku orang lain terhadap dirinya.

Dan dengan hal ini orang tersebut mampu menjaga dirinya
untuk disusupi nilai-nilai yang tidak diinginkannya
yang dapat mendesain dirinya
menjadi kepribadian yang tak diinginkannya.


Apakah hal itu?
Yaitu adalah 'prinsip' atau 'keteguhan'.

Apabila ia yakin akan nilai-nilai yang ia bawa telah sesuai dengan dirinya
dan juga yakin bahwa nilai-nilai yang diberikan orang lain tidak ingin ia ambil,
maka hal tersebut sudah cukup
untuk menghentikan orang lain mendesain ulang diri kita.


Tapi disini ada suatu permasalahan.

Bagaimana bisa seseorang yakin
akan apa yang tertanam dalam dirinya
adalah benar atau sesuai?

Adakah alat ukur yang universal
agar semua orang di dunia yakin
bahwa nilai-nilai yang ia bawa
adalah benar atau salah?


Inilah yang tidak diketahui oleh orang-orang dunia kebanyakan.
Sehingga semakin banyak nilai-nilai yang dibuat oleh orang-orang
yang diawali dari budaya dan gaya hidup di suatu wilayah
yang kelamaan dianggap wajar
karena menurut mereka hal tersebut adalah benar dan wajar.


Nilai-nilai yang banyak tersebut saling bersaing di tingkat internasional...

dan lama kelamaan menciptakan eksistensi yang dinamakan GLoBalisasi.
Dimana terjadi saling mempengaruhi antar nilai.
Tetapi tidak ada orang yang tahu secara objektif,
apakah nilai tersebut benar atau tidak?



trade globalization


Disinilah saya mewacanakan,
sudah saatnya kita mencari dan menentukan alat ukur yang benar-benar tepat
dan dapat diterima oleh semua orang di dunia.
Sehingga tidak lagi terjadi persaingan
dan saling menjatuhkan antar penganut nilai yang berbeda,
malah akan membentuk satu nilai yang paling benar
dan dianut oleh semua orang di dunia.