Thursday, October 30, 2014

Need more chaos

2014 likely is the very transition years for me.

Everything doesn't goes as I wanted.

But I should keep my positive thought.

For not everything I was failing. Some of them should be fun activities.
New stuff and new experience. New language and new situation.
I just still in my journey to find the very reason I should live on in this world.

I knew already.
The deeper chaos you made, the bigger power you will obtained.
As long as we don't give up to the darkness.
As long as we keep our heads high with positive thought.

Monday, October 27, 2014

Wave und Freund

Baru selesai sampai subbab 4.
Sudah tak tertarik pada file doc.
Sudah lupa bagaimana harus kulanjutkan menganalisa excel-excel itu.
Malah kuganti dengan si alfa.
Thomas Alfa Edison.

No.. he's not the famous inventor.
He's a fictional character.

Sebenarnya sebelum aku baca buku ini aku sudah dipertemukan dengan orang betulan yang bernama Alva. Ya.... mungkin berbeda hurufnya, tapi ini cukup mengasyikkan bagiku untuk membahas kesamaan ini. Alva yang ini lahir di Australia, bukan di tanah Batak. Alva yang ini seumur dengan adik perempuanku yang kecil. Alva yang ini seorang anak laki-laki yang berperawakan biasa cenderung ramping dan kecil. Alva yang ini masih bersekolah di sekolah menengah. Alva yang ini belajar bahasa jerman bersamaku.

Sementara Alfa Ed"ichon" ini..... hm, kalian tahu kan aku belum selesai baca bukunya, masih halaman 39/465. Jadi belum tahu lebih dalam mengenai diri Alfa yang ini. Tapi tentu saja dia punya sesuatu dalam dirinya yang berkaitan dengan judul buku ini, Gelombang.

Gelombang... awalnya kupikir aku akan mengapresiasi gelombang sama dengan aku mengapresiasi getaran. Yang aku tahu getaran itu bisa menyentuh banyak aspek fisik dan non-fisik. Namun gelombang itu sesuatu yang lain. Wave can travel to larger area than vibration. Pada frekuensi tertentu akan timbul sensasi yang dapat mempengaruhi hal-hal di sekitar kita, baik benda hidup maupun benda mati. Untuk benda hidup, hal ini sangat menarik, karena sel-sel dapat bertingkahlaku sesuai dengan gelombang yang menabraknya. Salah satu contohnya adalah penemuan dr. Masaru Emoto terkait kristal air yang bentuknya berubah sesuai dengan makna suara yang diserukan pada air tersebut.

Singkat kata, gelombang memiliki energi, bisa positif dan negatif. Hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap benda yang ditabraknya, tentu saja pengaruh positif atau pun negatif.

Belakangan ini hidup ku tidak menggairahkan sama sekali.
Lihat saja postinganku hari kemarin.
Pekerjaanku pun terbengkalai karena tidak semangat (namun untungnya ini belum memberi dampak pada orang-orang terkait pada proyek pekerjaan ini).
Namun kemarin aku temukan jawabannya.
Ada 2 hal:
1. I lack of spiritualism
2. I lack of sosialism - especially some friends.

Meski sudah tahu no.1, tapi tetap saja sulit untuk mengembalikannya.
Bahkan menulis blog ini tiap oktober saja baru kulakukan kemarin, tanggal 26.
Sepertinya yang paling memberikan perubahan berarti adalah no.2. Aku merasa perlu mendapat kelompok baru yang bisa membuatku dapat menjadi orang yang berharga dan setara dengan mereka. Aku punya kesempatan itu, begitu kemarin reuni kecil-kecilan dengan kawan-kawan S2.

Lalu apa hubungannya dengan gelombang dan alfa?
Alfa itu nama salah satu gelombang. Ada gelombang Alfa, Beta, Gamma, Delta, Theta. Gelombang alfa adalah kondisi paling sadar, sementara theta adalah kondisi paling tidak sadar. Tokoh Alfa dalam Gelombang sepertinya dinamakan seperti itu karena bertugas membuat sadar si tokoh tersembunyi yang sebenarnya merupakan tokoh paling utama dari serial ini. Yah setidaknya tema Gelombang adalah kesadaran.

Pada halaman 16 tertulis:
"Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Nevoa da Meia-Noite. Mata Anda akan terbuka tepat pada waktunya."

Jadi, apa yang olehku kusebut sebagai chaos dalam setiap beberapa tahapan hidupku.... Apa yang kutunggu untuk menjadi faktor pembalik keadaan dari chaos menjadi order.... Apa yang kuharapkan untuk order dalam hidupku. Semua belum tersadarkan dalam jiwaku. Aku menjadi seperti ini karena aku gagal mendapat teman sejati dalam dunia kampusku dulu, terutama S1. Bahkan apa yang kuharap menjadi partner hidupku, 3 bulan lalu telah ditakdirkan untuk berpisah denganku. Setelah itu aku tidak punya keinginan apa-apa. Impianku soal sungai dan dunia sudah entah kemana. Kekuatan batinku sangat lemah ternyata. Kisah mana pun yang kuikuti, dari komik sampai film layar lebar, mereka selalu menyatakan teman adalah yang utama, di atas segalanya. Keberhasilan hidup adalah ketika kita punya teman baik yang banyak.

Terimakasih wahai blog. Meskipun aku menelatkan diri pada siang ini untuk datang ke tempat perjanjian..... aku temukan satu keinginanku yang paling besar. Ehm, mungkin dua, yakni...
teman,
dan kesadaran.

Semoga Alva menjadi sebuah petunjuk. Meski aku tak terlalu mengenalnya.
Wir durfen freund werden.

Sunday, October 26, 2014

LOST in TIME

Believe that writing is a therapy
for all problem about self-consciousness
for correction in the motion
for moving to the next station
for a lonely soul
from and within heart.

Disturbance causing uproar
Chaos is the final destination
Heaven has been forgotten
Time has been lost

What attraction could be the one to re-factor the imbalance soul?
What is the real wish of the immature soul?
Who have the answer?
Who would be assist him?
Which path is he going to be placed?
How will he got his power back?
Why isn't it come yet?
When it will be subdued?
What will be his bifurcation moment?

Once again
The feel of being an abstraction
Attracted by
slashed and diced over
Made to
forget the royal ray.

Κρόνος, she said.
The one, she told,
who shall be blamed.
The master of time.

What is actually
How could it be
Termination
Behind the dimension
and the space
there is no
escape

But
maybe there's
an exception.

Sunday, October 6, 2013

Keinginan - Pertolongan - Kesombongan

Kesombongan
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.

Pertolongan
Nasehat siapakah yang paling berpengaruh pada dirimu? Apakah dari orangtuamu? Gurumu? Nenekmu? Jika sudah kau temukan dan kau ingat nasehat itu, sekarang jawablah pertanyaan berikut: Mengapa nasehat tersebut kau jadikan nasehat nomor satu yang paling berpengaruh pada dirimu?

Ada seseorang yang bercerita bahwa nasehat yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah nasehat dari ayahnya: "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Jangan dianggap sebuah nasehat yang relijius dulu. Api neraka dapat bermakna "penderitaan". Jadi, tolonglah dirimu (pertama-tama) dari penderitaanmu lalu tolonglah keluargamu dari penderitaan mereka. Jika dirimu tidak bisa menyelesaikan penderitaanmu, maka bagaikan menolong orang yang tenggelam sementara dirimu tidak bisa berenang.

Keinginan
Apa yang kau inginkan? Sudah berkali-kali berdoa untuk mendapatkannya? Namun tidak pernah dikabulkan? Apakah Allah mengingkari janjinya untuk mengabulkan doa hambanya? Tidak. Waktu yang tepat perlu dibutuhkan untuk mengabulkan doamu. Seperti itu, atau... doamu kurang menggetarkan Arsy Allah. Sehingga jangan sungkan untuk meminta saudara atau sahabatmu untuk mendoakan dirimu. Kumpulan doa-doa yang tulus tersebut akan memberi pertanda bahwa dirimu memang pantas untuk mendapatkan keinginan tersebut.


disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.

Monday, October 1, 2012

~Kesadaran~

Aku sadar.
Jiwaku tersadar.
Apa yang jiwaku panggil terhadapku.
Ia ingin aku mengubah orang lain menjadi lebih baik.
Hal itulah yang bisa membuatnya penuh..
dan tersenyum.

---
Entah kenapa.. aku kedinginan.

---

~Kesadaran~

[soundtrack: Ruddins - The Deepest Heart]


Apa sih yang kalian inginkan di dunia ini?
Apa sih yang kalian harapkan selama hidup di dunia?
Percayakah kalian suatu saat nanti kita akan melanglang ke alam lain?

Sadarkah kalian apa yang dibuat oleh umat manusia selama ini menjadi konspirasi dunia 
yang memalingkan kesadaran jiwa kita?

Mari sejenak merenung.
Dengarkan alam berbicara..
Biarkan udara menampar wajah kita.
Biarkan telinga kita mendengar
hiruk pikuk yang terasa senyap itu.
Biarkan mata kita menerawang
menuju jiwa kita.

Rasakan dan tanyakan
pada hati masing-masing:

apa yang telah

kita lakukan

selama ini?

Apakah nurani kita 
menginginkannya?

Bagaimana cara untuk meledakkan hambatan
yang menggumpali jangkauan kita?

Biarkan sejenak jua untuk menimpali pertanyaan:
"Tidakkah aku harus melakukan sesuatu yang lain?"
"Jiwaku... apa yang engkau harapkan?"

Rasakan seberapa penuh jiwa dan hati kalian saat ini.
Hal tersebut merupakan kualitas ruh kita.
Ketika fisik kita telah mati, ruh yang merupakan eksistensi diri kita 
akan dibedakan berdasarkan kualitas tersebut.

=====

01-10-'12

ditulis di ponsel Nokia
di teras masjid Baitun Nur menjelang isya
ditemani banyak angin yang takhentinya
menyelusup dan menampari jiwa


Monday, October 31, 2011

START: Feel Your Own Wind

START!

In the morning.
Let's feel the wind on the moment.
What kind of wind is that?
What kind of feel do you got?

Every person may feel different feel and different wind.

Every person has their own heart.
Heart can NOT be same for every people.

Every heart could experience and store various kind of presence.

Let's start from our heart.
Give yours a little time at least.
For listening to what your heart says.

And believe this: every person could be a special warrior in this earth.

Wind has been told me this story.
So please embrace yourself. Please believe one more time to your heart intent.
And so give yourself your own wing. Slowly spread your own wing.

Sayap ialah keinginan manusia.
Wright bersaudara mencoba mengabulkan keinginan manusia sejak zaman primitif dulu menjadi realisasi yang mereka sebut pesawat terbang.
Namun sampai saat ini manusia belum puas.
Mereka tetap ingin terbang dengan sayap sendiri. Bebas.
Kebebasan untuk melepas beban mereka.
Alasan tersebut berbeda dengan manusia zaman dahulu. Mereka ingin terbang karena mereka ingin mengetahui apa yang tidak bisa diketahui tanpa terbang.

Manusia zaman sekarang semakin dewasa semakin terbebani.
Sangat sering mereka ingin melepaskan beban tersebut.
Dan terbang di langit yang biru. Bercengkrama dengan makhluk terbang lainnya.
Bahkan sedikit berharap akan bertemu dengan malaikat yang akan membantunya menyelesaikan bebannya di darat.
Ya... di langit tidak ada beban. Semua beban ada di darat. Mereka menghempaskan diri ke langit untuk melepas beban.

Bagaimana untuk mencapai langit dengan terbang?
Tentu jawabnya ialah dengan sayap.
Ini analogi.
Sayap adalah skill kita.
Terbang adalah pengembangan dari skill kita.
Langit adalah apa yang hati nurani kita katakan tentang keinginan kita.

Ini adalah langkah pertama untuk bisa terbang:
Lepaskan sejenak beban pikiran kita.
Berikan waktu sejenak untuk diri kita.
Dengarkan apa yang hati kita inginkan.
Bila tak terdengar, berarti terdapat kabut yang menutupinya.
Cara untuk membuka kabut tersebut hanya kau sendiri yang tahu.
Dengarkan kata hati. Itulah langkah pertama untuk menciptakan sayap.

Langkah kedua ialah mencari dan merasakan angin.
Akan dibahas di tulisan berikutnya.

Thanks to all readers.
This was another soliloquy without any resource.
-8.08 a.m. Gg.Makam 21-

The closer = The Tougher

Pagi hari.
Kuterbangun lagi.
Dari kutertidur lagi.
Sial lagi. Al-fajr terlewati.
Sudah berapa kali?
Sial.
Kenapa sial?
Aku tak nyaman.
Kejadian satu zaman.
Tak lagi seperti tahun itu.
Tak lagi selambat itu.
Kali ini segalanya begitu cepat.
Beban semakin berat.
...dan semakin banyak.
Yang tertulis adalah 19.
Namun yang terrasa adalah 30.

Padahal ini sudah dua tujuh bulan sepuluh.
Tapi aku belum juga mengukir.
Ini saja yang pertama.
Namun tentunya bukan ini yang kuinginkan.

Pagi hari ini pun sudah tujuh - empat puluh lagi.
Rencanaku berantakan lagi.
Apa coba yang harus kutulis dalam 3 hari ke depan?
Tadi mau kutulis semua beban disini.
Namun apa perlu?
Jika kutulis disini sama dengan menegaskan.
Menegaskan beban itu benar akan memakan.
Lebih baik kusadari saja.
Semakin berat sama dengan semakin dekat.
Dekat dengan destinasi saya.
Dekat dengan takdir jaya.
(harus) dekat dengan Sang Penguasa.

Kuakhiri bait ini.
Kulangkahkan kaki.
Bersegera mandi.
Menyambut pagi.
Menaruh mimpi.
Di depanku setiap waktu.
Dan mengomando tubuhku.
Untuk segera maju.
Tanpa memikirkan masa lalu.

Sambil mengingat: the closer = the tougher.

-27 October 2011-