Pada momenlah esensi waktu disadari.
Pada momenlah jati diri manusia disadari.
Pada momenlah hakikat hidup disadari.
Pada momenlah terbuka portal antara
dimensi waktu dan ruang jiwa manusia.
Manusia memiliki tingkat pemikiran yang saat ini sudah sukar ditakar batasnya. Berkat luasnya alam serta luasnya pemikiran (dan jumlah) manusia, banyak hal yang bermunculan menambah variabel kehidupan. Teknik-teknik bertahan hidup, pengelolaan sumber daya alam, serta hal-hal yang mempermudah kehidupan manusia terus dikembangkan. Namun perkembangan teknik-teknik tersebut juga tidak jarang menjadi penyebab terjadinya kehancuran sistem, contohnya perang. Itu dulu. Apakah kehancuran sistem yang diakibatkan perkembangan pemikiran manusia di zaman sekarang juga adalah perang?
Dewasa ini, perkembangan pemikiran manusia — atau lebih mudahnya bisa kita sebut sebagai 'teknologi' — mengarah pada suatu hal yang disadari sebagai 'kejenuhan'. Semakin banyaknya variabel kehidupan dari tahun ke tahun pada akhirnya akan semakin membingungkan manusia. Manusia dituntut mengetahui lebih banyak hal di masa depan dibandingkan di masa lalu. Manusia yang sanggup mengikuti perkembangan zaman akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi di antara manusia lainnya. Manusia, dalam menghadapinya tentu punya kapasitas masing-masing.
Kapasitas manusia dalam memahami dan mendapatkan variabel-variabel kehidupan tentu berbeda-beda. Sehingga, manusia yang lebih kecil kapasitasnya, dituntut untuk mengembangkan kapasitasnya agar dapat bersaing dan bertahan hidup di dunia. Tidak jarang saat ini, manusia dituntut untuk melakukan hal yang melebihi kapasitasnya, sehingga tercapailah titik jenuh. Ketika sampai pada titik jenuh, secara alamiah manusia akan frustasi dan stres. Di sini peran ilmu psikologi dibutuhkan untuk menstabilkan titik jenuh yang terjadi. Dalam hal ini, kehancuran sistem yang terjadi adalah kehancuran kestabilan emosi dan ruhani pada manusia.
Kehancuran sistem ruhani atau spiritual adalah lupanya manusia akan jati dirinya sesungguhnya. Untuk apa ia hidup di dunia? Untuk apa ia bekerja? Untuk apa ia beribadah? Untuk apa ia berjuang? Kelupaan ini disebabkan oleh banyaknya variabel-variabel kehidupan yang perlu dipenuhi oleh seorang manusia. Dapat dikatakan, semakin banyak variabel-variabel dan sistem kehidupan di masa depan, maka akan semakin banyak orang lupa akan jati dirinya sebagai manusia.
Sebenarnya kehancuran sistem disebabkan semakin banyaknya variabel kehidupan ini juga berlaku untuk alam, bukan hanya manusia. Alam kita di bumi memiliki sumber daya yang terus diambil dan dimanfaatkan oleh kita manusia. Tentunya jika diambil terus menerus dan tidak bisa diperbarui, maka alam ini akan kehabisan daya dukungnya. Dengan kata lain, kapasitas alam ini dalam mendukung kehidupan manusia akan habis. Jika habis, maka manusia baru tersadar.. bahwa akhir dunia sudah di depan mata.
Sehingga, ini semua merupakan tantangan kita pada zaman ini, untuk menyadarkan diri kita masing-masing kepada hakikat hidup dan tujuan hidup kita masing-masing di dunia. Kita dibiarkan hidup berkeliaran di dunia ini pasti ada tujuannya. Tujuan apa itu? Saatnya mencari tahu, mulai dari sekarang.
Saturday, October 28, 2017
Tuesday, October 3, 2017
Titik Kontemplasi
Mengingati kenangan-kenangan
Menontoni jalinan-jalinan
Yang telah kulewati
Hingga saat ini
Ternyata...
Sudah banyak yang kulewati.
Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?
Ternyata...
Sudah banyak yang kujalini.
Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?
Bagaikan laba-laba
Al-Ankabuut
Ku terus meraba-raba
dan merajut
Apakah sudah cukup?
Apakah yang kulupakan?
Apa lagi yang harus kulakukan?
Apa lagi yang harus kutangkup?
Lalu, aku pun terus melangkah
Karena waktu tak kan menunggu
Sembari masihku bertanya-tanya
tentang yang satu:
Telah lunturkah sesuatu
Yang kupunya dahulu
?
Menontoni jalinan-jalinan
Yang telah kulewati
Hingga saat ini
Ternyata...
Sudah banyak yang kulewati.
Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?
Ternyata...
Sudah banyak yang kujalini.
Pertanyaannya...
Sudah cukup banyakkah?
Bagaikan laba-laba
Al-Ankabuut
Ku terus meraba-raba
dan merajut
Apakah sudah cukup?
Apakah yang kulupakan?
Apa lagi yang harus kulakukan?
Apa lagi yang harus kutangkup?
Lalu, aku pun terus melangkah
Karena waktu tak kan menunggu
Sembari masihku bertanya-tanya
tentang yang satu:
Telah lunturkah sesuatu
Yang kupunya dahulu
?
Wednesday, October 26, 2016
SECOND WHIRL
Bergerak sampai sini
Kusyukuri
But eventually,
there's always...
"Ofcourse!", said him.
I turned my head and see a black caped old man standing there alone.
"He's tall", I thought.
"Were you reading my thought just now, sir?", I asked him.
He keep silent and calmly walk to me. I turned my body to him and keep on my foot standing. He stopped in - maybe - less than 10 cm from my position.
He kept on silent mode and saw through my eyes.
I didn't move nor talk anything. But my brain kept on stand by and gradually analyze the old man.
"........"
"........"
1 minutes full of silence and he start talking,
"Don't be doubtful. You're a man, a young man. If you're in doubt, make your way through it so you shall not be in doubt anymore!".
I am on my silence even after his words. He stare for several seconds and touched my shoulder with his right arm to embrace me before he went across the street. He disappeared from my view after he walk in to a gang there.
I was just being embraced by a stranger?
Hey, even it is in a fictional virtual world of my own.
My own soliloquy.
My own mind.
I am being..
Self-embraced by it?
Is this my power?
Gelombang kedua dimulai tahun ini sejak aku mendapatkan gelombang pertama bertahun-tahun yang lalu.
Dan kupikir pekan lalu aku baru saja akan mengakhiri gelombang kedua ini.
Namun secepat itukah seorang aku berputus asa?
Tanpa perlawanan berarti?
Aku jadi ingat kata-kata yang kubagikan hari kemarin: tak perlu khawatir akan kesia-siaan usaha.
"Have no regrets. The elderly usually don't have regrets for what we did, but rather for things we did not do. The only people who fear death are those with regrets."
So, then. I must do with all my might and arsenal before I call it off. I'm in doubt because I still haven't go thoroughly enough. So, break all the mold and go with power of tornado.
POWER WIND.
= sepotong tulisan ini disusun dalam 3 hari yang berbeda secara terputus-putus =
= setelah tulisan ini kuakhiri aku mendengar sayup-sayup suara lelaki tua berjas hitam panjang itu berbicara sambil pergi menjauh: "you've got all power you need" =
Kusyukuri
But eventually,
there's always...
"Ofcourse!", said him.
I turned my head and see a black caped old man standing there alone.
"He's tall", I thought.
"Were you reading my thought just now, sir?", I asked him.
He keep silent and calmly walk to me. I turned my body to him and keep on my foot standing. He stopped in - maybe - less than 10 cm from my position.
He kept on silent mode and saw through my eyes.
I didn't move nor talk anything. But my brain kept on stand by and gradually analyze the old man.
"........"
"........"
1 minutes full of silence and he start talking,
"Don't be doubtful. You're a man, a young man. If you're in doubt, make your way through it so you shall not be in doubt anymore!".
I am on my silence even after his words. He stare for several seconds and touched my shoulder with his right arm to embrace me before he went across the street. He disappeared from my view after he walk in to a gang there.
I was just being embraced by a stranger?
Hey, even it is in a fictional virtual world of my own.
My own soliloquy.
My own mind.
I am being..
Self-embraced by it?
Is this my power?
Gelombang kedua dimulai tahun ini sejak aku mendapatkan gelombang pertama bertahun-tahun yang lalu.
Dan kupikir pekan lalu aku baru saja akan mengakhiri gelombang kedua ini.
Namun secepat itukah seorang aku berputus asa?
Tanpa perlawanan berarti?
Aku jadi ingat kata-kata yang kubagikan hari kemarin: tak perlu khawatir akan kesia-siaan usaha.
"Have no regrets. The elderly usually don't have regrets for what we did, but rather for things we did not do. The only people who fear death are those with regrets."
So, then. I must do with all my might and arsenal before I call it off. I'm in doubt because I still haven't go thoroughly enough. So, break all the mold and go with power of tornado.
POWER WIND.
= sepotong tulisan ini disusun dalam 3 hari yang berbeda secara terputus-putus =
= setelah tulisan ini kuakhiri aku mendengar sayup-sayup suara lelaki tua berjas hitam panjang itu berbicara sambil pergi menjauh: "you've got all power you need" =
Tuesday, October 20, 2015
Neue
Now everything changed for me.
And I should race the time again.
But not so pitiful like last years.
I find myself around new family.
They're fit with me I think.
I am grateful to that.
Furthermore, my journey expands here in new city.
New exploration makes me happy.
New expectation makes me not bored.
I flame my mind to find new friend.
I water my brain to flourish my knowledge.
I solidify my moments with new documentation style.
I fly my body to explore new conquest.
But there're always problem.
Problem always there.
Those were indicating we are living a life.
So, I should not be wavered.
But why on those problems there's still one problem of my past, the internal one.
I thought it will be dissolved to thin air when I conduct my new activities in this new place.
Apparently, it should be taken as a serious matter.
So, pray for me, hey me.
So you could be prepared to the new stage next year, on the starting months of 2016.
Then, I must finished my current job here.
Taking late call today, preparing for tomorrow work.
Alone here. But I still feel energetic.
I should be grateful.
And ensure me don't diffused with the things, forgetting my internal problem.
Farewell. See you in next days.
And I should race the time again.
But not so pitiful like last years.
I find myself around new family.
They're fit with me I think.
I am grateful to that.
Furthermore, my journey expands here in new city.
New exploration makes me happy.
New expectation makes me not bored.
I flame my mind to find new friend.
I water my brain to flourish my knowledge.
I solidify my moments with new documentation style.
I fly my body to explore new conquest.
But there're always problem.
Problem always there.
Those were indicating we are living a life.
So, I should not be wavered.
But why on those problems there's still one problem of my past, the internal one.
I thought it will be dissolved to thin air when I conduct my new activities in this new place.
Apparently, it should be taken as a serious matter.
So, pray for me, hey me.
So you could be prepared to the new stage next year, on the starting months of 2016.
Then, I must finished my current job here.
Taking late call today, preparing for tomorrow work.
Alone here. But I still feel energetic.
I should be grateful.
And ensure me don't diffused with the things, forgetting my internal problem.
Farewell. See you in next days.
Thursday, October 30, 2014
Need more chaos
2014 likely is the very transition years for me.
Everything doesn't goes as I wanted.
But I should keep my positive thought.
For not everything I was failing. Some of them should be fun activities.
New stuff and new experience. New language and new situation.
I just still in my journey to find the very reason I should live on in this world.
I knew already.
The deeper chaos you made, the bigger power you will obtained.
As long as we don't give up to the darkness.
As long as we keep our heads high with positive thought.
Everything doesn't goes as I wanted.
But I should keep my positive thought.
For not everything I was failing. Some of them should be fun activities.
New stuff and new experience. New language and new situation.
I just still in my journey to find the very reason I should live on in this world.
I knew already.
The deeper chaos you made, the bigger power you will obtained.
As long as we don't give up to the darkness.
As long as we keep our heads high with positive thought.
Monday, October 27, 2014
Wave und Freund
Baru selesai sampai subbab 4.
Sudah tak tertarik pada file doc.
Sudah lupa bagaimana harus kulanjutkan menganalisa excel-excel itu.
Malah kuganti dengan si alfa.
Thomas Alfa Edison.
No.. he's not the famous inventor.
He's a fictional character.
Sebenarnya sebelum aku baca buku ini aku sudah dipertemukan dengan orang betulan yang bernama Alva. Ya.... mungkin berbeda hurufnya, tapi ini cukup mengasyikkan bagiku untuk membahas kesamaan ini. Alva yang ini lahir di Australia, bukan di tanah Batak. Alva yang ini seumur dengan adik perempuanku yang kecil. Alva yang ini seorang anak laki-laki yang berperawakan biasa cenderung ramping dan kecil. Alva yang ini masih bersekolah di sekolah menengah. Alva yang ini belajar bahasa jerman bersamaku.
Sementara Alfa Ed"ichon" ini..... hm, kalian tahu kan aku belum selesai baca bukunya, masih halaman 39/465. Jadi belum tahu lebih dalam mengenai diri Alfa yang ini. Tapi tentu saja dia punya sesuatu dalam dirinya yang berkaitan dengan judul buku ini, Gelombang.
Gelombang... awalnya kupikir aku akan mengapresiasi gelombang sama dengan aku mengapresiasi getaran. Yang aku tahu getaran itu bisa menyentuh banyak aspek fisik dan non-fisik. Namun gelombang itu sesuatu yang lain. Wave can travel to larger area than vibration. Pada frekuensi tertentu akan timbul sensasi yang dapat mempengaruhi hal-hal di sekitar kita, baik benda hidup maupun benda mati. Untuk benda hidup, hal ini sangat menarik, karena sel-sel dapat bertingkahlaku sesuai dengan gelombang yang menabraknya. Salah satu contohnya adalah penemuan dr. Masaru Emoto terkait kristal air yang bentuknya berubah sesuai dengan makna suara yang diserukan pada air tersebut.
Singkat kata, gelombang memiliki energi, bisa positif dan negatif. Hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap benda yang ditabraknya, tentu saja pengaruh positif atau pun negatif.
Belakangan ini hidup ku tidak menggairahkan sama sekali.
Lihat saja postinganku hari kemarin.
Pekerjaanku pun terbengkalai karena tidak semangat (namun untungnya ini belum memberi dampak pada orang-orang terkait pada proyek pekerjaan ini).
Namun kemarin aku temukan jawabannya.
Ada 2 hal:
1. I lack of spiritualism
2. I lack of sosialism - especially some friends.
Meski sudah tahu no.1, tapi tetap saja sulit untuk mengembalikannya.
Bahkan menulis blog ini tiap oktober saja baru kulakukan kemarin, tanggal 26.
Sepertinya yang paling memberikan perubahan berarti adalah no.2. Aku merasa perlu mendapat kelompok baru yang bisa membuatku dapat menjadi orang yang berharga dan setara dengan mereka. Aku punya kesempatan itu, begitu kemarin reuni kecil-kecilan dengan kawan-kawan S2.
Lalu apa hubungannya dengan gelombang dan alfa?
Alfa itu nama salah satu gelombang. Ada gelombang Alfa, Beta, Gamma, Delta, Theta. Gelombang alfa adalah kondisi paling sadar, sementara theta adalah kondisi paling tidak sadar. Tokoh Alfa dalam Gelombang sepertinya dinamakan seperti itu karena bertugas membuat sadar si tokoh tersembunyi yang sebenarnya merupakan tokoh paling utama dari serial ini. Yah setidaknya tema Gelombang adalah kesadaran.
Pada halaman 16 tertulis:
"Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Nevoa da Meia-Noite. Mata Anda akan terbuka tepat pada waktunya."
Jadi, apa yang olehku kusebut sebagai chaos dalam setiap beberapa tahapan hidupku.... Apa yang kutunggu untuk menjadi faktor pembalik keadaan dari chaos menjadi order.... Apa yang kuharapkan untuk order dalam hidupku. Semua belum tersadarkan dalam jiwaku. Aku menjadi seperti ini karena aku gagal mendapat teman sejati dalam dunia kampusku dulu, terutama S1. Bahkan apa yang kuharap menjadi partner hidupku, 3 bulan lalu telah ditakdirkan untuk berpisah denganku. Setelah itu aku tidak punya keinginan apa-apa. Impianku soal sungai dan dunia sudah entah kemana. Kekuatan batinku sangat lemah ternyata. Kisah mana pun yang kuikuti, dari komik sampai film layar lebar, mereka selalu menyatakan teman adalah yang utama, di atas segalanya. Keberhasilan hidup adalah ketika kita punya teman baik yang banyak.
Terimakasih wahai blog. Meskipun aku menelatkan diri pada siang ini untuk datang ke tempat perjanjian..... aku temukan satu keinginanku yang paling besar. Ehm, mungkin dua, yakni...
teman,
dan kesadaran.
Semoga Alva menjadi sebuah petunjuk. Meski aku tak terlalu mengenalnya.
Wir durfen freund werden.
Sudah tak tertarik pada file doc.
Sudah lupa bagaimana harus kulanjutkan menganalisa excel-excel itu.
Malah kuganti dengan si alfa.
Thomas Alfa Edison.
No.. he's not the famous inventor.
He's a fictional character.
Sebenarnya sebelum aku baca buku ini aku sudah dipertemukan dengan orang betulan yang bernama Alva. Ya.... mungkin berbeda hurufnya, tapi ini cukup mengasyikkan bagiku untuk membahas kesamaan ini. Alva yang ini lahir di Australia, bukan di tanah Batak. Alva yang ini seumur dengan adik perempuanku yang kecil. Alva yang ini seorang anak laki-laki yang berperawakan biasa cenderung ramping dan kecil. Alva yang ini masih bersekolah di sekolah menengah. Alva yang ini belajar bahasa jerman bersamaku.
Sementara Alfa Ed"ichon" ini..... hm, kalian tahu kan aku belum selesai baca bukunya, masih halaman 39/465. Jadi belum tahu lebih dalam mengenai diri Alfa yang ini. Tapi tentu saja dia punya sesuatu dalam dirinya yang berkaitan dengan judul buku ini, Gelombang.
Gelombang... awalnya kupikir aku akan mengapresiasi gelombang sama dengan aku mengapresiasi getaran. Yang aku tahu getaran itu bisa menyentuh banyak aspek fisik dan non-fisik. Namun gelombang itu sesuatu yang lain. Wave can travel to larger area than vibration. Pada frekuensi tertentu akan timbul sensasi yang dapat mempengaruhi hal-hal di sekitar kita, baik benda hidup maupun benda mati. Untuk benda hidup, hal ini sangat menarik, karena sel-sel dapat bertingkahlaku sesuai dengan gelombang yang menabraknya. Salah satu contohnya adalah penemuan dr. Masaru Emoto terkait kristal air yang bentuknya berubah sesuai dengan makna suara yang diserukan pada air tersebut.
Singkat kata, gelombang memiliki energi, bisa positif dan negatif. Hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap benda yang ditabraknya, tentu saja pengaruh positif atau pun negatif.
Belakangan ini hidup ku tidak menggairahkan sama sekali.
Lihat saja postinganku hari kemarin.
Pekerjaanku pun terbengkalai karena tidak semangat (namun untungnya ini belum memberi dampak pada orang-orang terkait pada proyek pekerjaan ini).
Namun kemarin aku temukan jawabannya.
Ada 2 hal:
1. I lack of spiritualism
2. I lack of sosialism - especially some friends.
Meski sudah tahu no.1, tapi tetap saja sulit untuk mengembalikannya.
Bahkan menulis blog ini tiap oktober saja baru kulakukan kemarin, tanggal 26.
Sepertinya yang paling memberikan perubahan berarti adalah no.2. Aku merasa perlu mendapat kelompok baru yang bisa membuatku dapat menjadi orang yang berharga dan setara dengan mereka. Aku punya kesempatan itu, begitu kemarin reuni kecil-kecilan dengan kawan-kawan S2.
Lalu apa hubungannya dengan gelombang dan alfa?
Alfa itu nama salah satu gelombang. Ada gelombang Alfa, Beta, Gamma, Delta, Theta. Gelombang alfa adalah kondisi paling sadar, sementara theta adalah kondisi paling tidak sadar. Tokoh Alfa dalam Gelombang sepertinya dinamakan seperti itu karena bertugas membuat sadar si tokoh tersembunyi yang sebenarnya merupakan tokoh paling utama dari serial ini. Yah setidaknya tema Gelombang adalah kesadaran.
Pada halaman 16 tertulis:
"Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Nevoa da Meia-Noite. Mata Anda akan terbuka tepat pada waktunya."
Jadi, apa yang olehku kusebut sebagai chaos dalam setiap beberapa tahapan hidupku.... Apa yang kutunggu untuk menjadi faktor pembalik keadaan dari chaos menjadi order.... Apa yang kuharapkan untuk order dalam hidupku. Semua belum tersadarkan dalam jiwaku. Aku menjadi seperti ini karena aku gagal mendapat teman sejati dalam dunia kampusku dulu, terutama S1. Bahkan apa yang kuharap menjadi partner hidupku, 3 bulan lalu telah ditakdirkan untuk berpisah denganku. Setelah itu aku tidak punya keinginan apa-apa. Impianku soal sungai dan dunia sudah entah kemana. Kekuatan batinku sangat lemah ternyata. Kisah mana pun yang kuikuti, dari komik sampai film layar lebar, mereka selalu menyatakan teman adalah yang utama, di atas segalanya. Keberhasilan hidup adalah ketika kita punya teman baik yang banyak.
Terimakasih wahai blog. Meskipun aku menelatkan diri pada siang ini untuk datang ke tempat perjanjian..... aku temukan satu keinginanku yang paling besar. Ehm, mungkin dua, yakni...
teman,
dan kesadaran.
Semoga Alva menjadi sebuah petunjuk. Meski aku tak terlalu mengenalnya.
Wir durfen freund werden.
Sunday, October 26, 2014
LOST in TIME
Believe that writing is a therapy
for all problem about self-consciousness
for correction in the motion
for moving to the next station
for a lonely soul
from and within heart.
Disturbance causing uproar
Chaos is the final destination
Heaven has been forgotten
Time has been lost
What attraction could be the one to re-factor the imbalance soul?
What is the real wish of the immature soul?
Who have the answer?
Who would be assist him?
Which path is he going to be placed?
How will he got his power back?
Why isn't it come yet?
When it will be subdued?
What will be his bifurcation moment?
Once again
The feel of being an abstraction
Attracted by
slashed and diced over
Made to
forget the royal ray.
Κρόνος, she said.
The one, she told,
who shall be blamed.
The master of time.
What is actually
How could it be
Termination
Behind the dimension
and the space
there is no
escape
But
maybe there's
an exception.
for all problem about self-consciousness
for correction in the motion
for moving to the next station
for a lonely soul
from and within heart.
Disturbance causing uproar
Chaos is the final destination
Heaven has been forgotten
Time has been lost
What attraction could be the one to re-factor the imbalance soul?
What is the real wish of the immature soul?
Who have the answer?
Who would be assist him?
Which path is he going to be placed?
How will he got his power back?
Why isn't it come yet?
When it will be subdued?
What will be his bifurcation moment?
Once again
The feel of being an abstraction
Attracted by
slashed and diced over
Made to
forget the royal ray.
Κρόνος, she said.
The one, she told,
who shall be blamed.
The master of time.
What is actually
How could it be
Termination
Behind the dimension
and the space
there is no
escape
But
maybe there's
an exception.
Sunday, October 6, 2013
Keinginan - Pertolongan - Kesombongan
Kesombongan
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.
disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.
Apabila kau terlalu rendah hati dan pemalas, belajarlah menjadi sombong.
Dunia ini sudah penuh sesak dengan kesombongan, jadi tidak perlulah kita melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari kesombongan tersebut. Jadilah sombong...namun dengan satu syarat! Bersungguh-sungguhlah untuk dapat membuktikan kesombongan itu! Janganlah sesekali dirimu menyombongkan diri tanpa berusaha membuktikan kesombongan itu.
Pertolongan
Nasehat siapakah yang paling berpengaruh pada dirimu? Apakah dari orangtuamu? Gurumu? Nenekmu? Jika sudah kau temukan dan kau ingat nasehat itu, sekarang jawablah pertanyaan berikut: Mengapa nasehat tersebut kau jadikan nasehat nomor satu yang paling berpengaruh pada dirimu?
Ada seseorang yang bercerita bahwa nasehat yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah nasehat dari ayahnya: "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Jangan dianggap sebuah nasehat yang relijius dulu. Api neraka dapat bermakna "penderitaan". Jadi, tolonglah dirimu (pertama-tama) dari penderitaanmu lalu tolonglah keluargamu dari penderitaan mereka. Jika dirimu tidak bisa menyelesaikan penderitaanmu, maka bagaikan menolong orang yang tenggelam sementara dirimu tidak bisa berenang.
Keinginan
Apa yang kau inginkan? Sudah berkali-kali berdoa untuk mendapatkannya? Namun tidak pernah dikabulkan? Apakah Allah mengingkari janjinya untuk mengabulkan doa hambanya? Tidak. Waktu yang tepat perlu dibutuhkan untuk mengabulkan doamu. Seperti itu, atau... doamu kurang menggetarkan Arsy Allah. Sehingga jangan sungkan untuk meminta saudara atau sahabatmu untuk mendoakan dirimu. Kumpulan doa-doa yang tulus tersebut akan memberi pertanda bahwa dirimu memang pantas untuk mendapatkan keinginan tersebut.
disadur dari buku "Perjalanan Rasa" karya Fahd Djibran.
Monday, October 1, 2012
~Kesadaran~
Aku sadar.
Jiwaku tersadar.
Apa yang jiwaku panggil terhadapku.
Ia ingin aku mengubah orang lain menjadi lebih baik.
Hal itulah yang bisa membuatnya penuh..
dan tersenyum.
---
Entah kenapa.. aku kedinginan.
---
~Kesadaran~
[soundtrack: Ruddins - The Deepest Heart]
Apa sih yang kalian inginkan di dunia ini?
Apa sih yang kalian harapkan selama hidup di dunia?
Percayakah kalian suatu saat nanti kita akan melanglang ke alam lain?
Sadarkah kalian apa yang dibuat oleh umat manusia selama ini menjadi konspirasi dunia
yang memalingkan kesadaran jiwa kita?
Mari sejenak merenung.
Dengarkan alam berbicara..
Biarkan udara menampar wajah kita.
Biarkan telinga kita mendengar
hiruk pikuk yang terasa senyap itu.
Biarkan mata kita menerawang
menuju jiwa kita.
Rasakan dan tanyakan
pada hati masing-masing:
apa yang telah
kita lakukan
selama ini?
Apakah nurani kita
menginginkannya?
Bagaimana cara untuk meledakkan hambatan
yang menggumpali jangkauan kita?
Biarkan sejenak jua untuk menimpali pertanyaan:
"Tidakkah aku harus melakukan sesuatu yang lain?"
"Jiwaku... apa yang engkau harapkan?"
Rasakan seberapa penuh jiwa dan hati kalian saat ini.
Hal tersebut merupakan kualitas ruh kita.
Ketika fisik kita telah mati, ruh yang merupakan eksistensi diri kita
akan dibedakan berdasarkan kualitas tersebut.
=====
01-10-'12
ditulis di ponsel Nokia
di teras masjid Baitun Nur menjelang isya
ditemani banyak angin yang takhentinya
menyelusup dan menampari jiwa
Monday, October 31, 2011
START: Feel Your Own Wind
START!
In the morning.
Let's feel the wind on the moment.
What kind of wind is that?
What kind of feel do you got?
Every person may feel different feel and different wind.
Every person has their own heart.
Heart can NOT be same for every people.
Every heart could experience and store various kind of presence.
Let's start from our heart.
Give yours a little time at least.
For listening to what your heart says.
And believe this: every person could be a special warrior in this earth.
Wind has been told me this story.
So please embrace yourself. Please believe one more time to your heart intent.
And so give yourself your own wing. Slowly spread your own wing.
Sayap ialah keinginan manusia.
Wright bersaudara mencoba mengabulkan keinginan manusia sejak zaman primitif dulu menjadi realisasi yang mereka sebut pesawat terbang.
Namun sampai saat ini manusia belum puas.
Mereka tetap ingin terbang dengan sayap sendiri. Bebas.
Kebebasan untuk melepas beban mereka.
Alasan tersebut berbeda dengan manusia zaman dahulu. Mereka ingin terbang karena mereka ingin mengetahui apa yang tidak bisa diketahui tanpa terbang.
Manusia zaman sekarang semakin dewasa semakin terbebani.
Sangat sering mereka ingin melepaskan beban tersebut.
Dan terbang di langit yang biru. Bercengkrama dengan makhluk terbang lainnya.
Bahkan sedikit berharap akan bertemu dengan malaikat yang akan membantunya menyelesaikan bebannya di darat.
Ya... di langit tidak ada beban. Semua beban ada di darat. Mereka menghempaskan diri ke langit untuk melepas beban.
Bagaimana untuk mencapai langit dengan terbang?
Tentu jawabnya ialah dengan sayap.
Ini analogi.
Sayap adalah skill kita.
Terbang adalah pengembangan dari skill kita.
Langit adalah apa yang hati nurani kita katakan tentang keinginan kita.
Ini adalah langkah pertama untuk bisa terbang:
Lepaskan sejenak beban pikiran kita.
Berikan waktu sejenak untuk diri kita.
Dengarkan apa yang hati kita inginkan.
Bila tak terdengar, berarti terdapat kabut yang menutupinya.
Cara untuk membuka kabut tersebut hanya kau sendiri yang tahu.
Dengarkan kata hati. Itulah langkah pertama untuk menciptakan sayap.
Langkah kedua ialah mencari dan merasakan angin.
Akan dibahas di tulisan berikutnya.
Thanks to all readers.
This was another soliloquy without any resource.
-8.08 a.m. Gg.Makam 21-
The closer = The Tougher
Pagi hari.
Kuterbangun lagi.
Dari kutertidur lagi.
Sial lagi. Al-fajr terlewati.
Sudah berapa kali?
Sial.
Kenapa sial?
Aku tak nyaman.
Kejadian satu zaman.
Tak lagi seperti tahun itu.
Tak lagi selambat itu.
Kali ini segalanya begitu cepat.
Beban semakin berat.
...dan semakin banyak.
Yang tertulis adalah 19.
Namun yang terrasa adalah 30.
Padahal ini sudah dua tujuh bulan sepuluh.
Tapi aku belum juga mengukir.
Ini saja yang pertama.
Namun tentunya bukan ini yang kuinginkan.
Pagi hari ini pun sudah tujuh - empat puluh lagi.
Rencanaku berantakan lagi.
Apa coba yang harus kutulis dalam 3 hari ke depan?
Tadi mau kutulis semua beban disini.
Namun apa perlu?
Jika kutulis disini sama dengan menegaskan.
Menegaskan beban itu benar akan memakan.
Lebih baik kusadari saja.
Semakin berat sama dengan semakin dekat.
Dekat dengan destinasi saya.
Dekat dengan takdir jaya.
(harus) dekat dengan Sang Penguasa.
Kuakhiri bait ini.
Kulangkahkan kaki.
Bersegera mandi.
Menyambut pagi.
Menaruh mimpi.
Di depanku setiap waktu.
Dan mengomando tubuhku.
Untuk segera maju.
Tanpa memikirkan masa lalu.
Sambil mengingat: the closer = the tougher.
-27 October 2011-
Sunday, October 31, 2010
Mendesain Orang ~The wind of Truth~
men-DESAIN dunia
Kita menerima desain dan memberikan desain.
Tanpa kita sadari...
perilaku yang kita berikan dan yang kita dapatkan
sangat berperan dalam mendesain diri kita ke depannya
semua hal dapat berubah dan diubah
yang membedakan adalah proses dan waktu
kepribadian dan hati yang paling keras pun dapat diubah
semua tergantung apakah proses nya sudah tepat
dan juga durasi yang cukup
kepribadian orang lain
dapat kita desain menjadi apa yang kita inginkan
dengan memberikan perlakuan yang berbeda
orang lain dapat kita ubah
bila ingin membuat orang tersebut bersifat manja, contohnya..
mudah saja,
hanya dengan mengabulkan semua permintaannya
maka orang tersebut akan menjadi orang
yang ketergantungan dan manja
(tentu tidak hanya itu sifat yang muncul atau berubah, tapi ini hanyalah contoh)
Tapi,
ada satu hal yang dapat menjaga seseorang dan menyulitkan orang lain
dari usaha merubah dirinya menjadi apa yang orang lain (secara sadar atau tidak) inginkan.
Hal ini dapat membuat dirinya sulit dipengaruhi
oleh tindakan atau perilaku orang lain terhadap dirinya.
Dan dengan hal ini orang tersebut mampu menjaga dirinya
untuk disusupi nilai-nilai yang tidak diinginkannya
yang dapat mendesain dirinya
menjadi kepribadian yang tak diinginkannya.
Apakah hal itu?
Yaitu adalah 'prinsip' atau 'keteguhan'.
Apabila ia yakin akan nilai-nilai yang ia bawa telah sesuai dengan dirinya
dan juga yakin bahwa nilai-nilai yang diberikan orang lain tidak ingin ia ambil,
maka hal tersebut sudah cukup
untuk menghentikan orang lain mendesain ulang diri kita.
Tapi disini ada suatu permasalahan.
Bagaimana bisa seseorang yakin
akan apa yang tertanam dalam dirinya
adalah benar atau sesuai?
Adakah alat ukur yang universal
agar semua orang di dunia yakin
bahwa nilai-nilai yang ia bawa
adalah benar atau salah?
Inilah yang tidak diketahui oleh orang-orang dunia kebanyakan.
Sehingga semakin banyak nilai-nilai yang dibuat oleh orang-orang
yang diawali dari budaya dan gaya hidup di suatu wilayah
yang kelamaan dianggap wajar
karena menurut mereka hal tersebut adalah benar dan wajar.
Nilai-nilai yang banyak tersebut saling bersaing di tingkat internasional...
dan lama kelamaan menciptakan eksistensi yang dinamakan GLoBalisasi.
Dimana terjadi saling mempengaruhi antar nilai.
Tetapi tidak ada orang yang tahu secara objektif,
apakah nilai tersebut benar atau tidak?

Disinilah saya mewacanakan,
sudah saatnya kita mencari dan menentukan alat ukur yang benar-benar tepat
dan dapat diterima oleh semua orang di dunia.
Sehingga tidak lagi terjadi persaingan
dan saling menjatuhkan antar penganut nilai yang berbeda,
malah akan membentuk satu nilai yang paling benar
dan dianut oleh semua orang di dunia.
Tanpa kita sadari...
perilaku yang kita berikan dan yang kita dapatkan
sangat berperan dalam mendesain diri kita ke depannya
semua hal dapat berubah dan diubah
yang membedakan adalah proses dan waktu
kepribadian dan hati yang paling keras pun dapat diubah
semua tergantung apakah proses nya sudah tepat
dan juga durasi yang cukup
kepribadian orang lain
dapat kita desain menjadi apa yang kita inginkan
dengan memberikan perlakuan yang berbeda
orang lain dapat kita ubah
bila ingin membuat orang tersebut bersifat manja, contohnya..
mudah saja,
hanya dengan mengabulkan semua permintaannya
maka orang tersebut akan menjadi orang
yang ketergantungan dan manja
(tentu tidak hanya itu sifat yang muncul atau berubah, tapi ini hanyalah contoh)
Tapi,
ada satu hal yang dapat menjaga seseorang dan menyulitkan orang lain
dari usaha merubah dirinya menjadi apa yang orang lain (secara sadar atau tidak) inginkan.
Hal ini dapat membuat dirinya sulit dipengaruhi
oleh tindakan atau perilaku orang lain terhadap dirinya.
Dan dengan hal ini orang tersebut mampu menjaga dirinya
untuk disusupi nilai-nilai yang tidak diinginkannya
yang dapat mendesain dirinya
menjadi kepribadian yang tak diinginkannya.
Apakah hal itu?
Yaitu adalah 'prinsip' atau 'keteguhan'.
Apabila ia yakin akan nilai-nilai yang ia bawa telah sesuai dengan dirinya
dan juga yakin bahwa nilai-nilai yang diberikan orang lain tidak ingin ia ambil,
maka hal tersebut sudah cukup
untuk menghentikan orang lain mendesain ulang diri kita.
Tapi disini ada suatu permasalahan.
Bagaimana bisa seseorang yakin
akan apa yang tertanam dalam dirinya
adalah benar atau sesuai?
Adakah alat ukur yang universal
agar semua orang di dunia yakin
bahwa nilai-nilai yang ia bawa
adalah benar atau salah?
Inilah yang tidak diketahui oleh orang-orang dunia kebanyakan.
Sehingga semakin banyak nilai-nilai yang dibuat oleh orang-orang
yang diawali dari budaya dan gaya hidup di suatu wilayah
yang kelamaan dianggap wajar
karena menurut mereka hal tersebut adalah benar dan wajar.
Nilai-nilai yang banyak tersebut saling bersaing di tingkat internasional...
dan lama kelamaan menciptakan eksistensi yang dinamakan GLoBalisasi.
Dimana terjadi saling mempengaruhi antar nilai.
Tetapi tidak ada orang yang tahu secara objektif,
apakah nilai tersebut benar atau tidak?
Disinilah saya mewacanakan,
sudah saatnya kita mencari dan menentukan alat ukur yang benar-benar tepat
dan dapat diterima oleh semua orang di dunia.
Sehingga tidak lagi terjadi persaingan
dan saling menjatuhkan antar penganut nilai yang berbeda,
malah akan membentuk satu nilai yang paling benar
dan dianut oleh semua orang di dunia.
Thursday, October 29, 2009
2nd Wind - the Sword ~Kamaitachi~
Di awal petualangan.............. apa yang harus dilakukan?
Di awal perjuangan............... apa yang harus didapatkan?
Biasanya, kalau main RPG (Role Playing Game) tentu saja..
Memasang Equipment - termasuk weapon (senjata) pada karakter.
Ketika kita tidak memasang senjata, yang notabene harus dilakukan pada settings/option yang -mungkin- bagi pemula terasa agak menyulitkan, lihat saja.. bakalan kalah deh waktu ketemu musuh pertama (meskipun musuh pertama itu lemah).
Nah, pasti sudah pada bertanya-tanya nih analoginya kemana..?
Sebenarnya.. dalam perjuangan di kehidupan, dalam RPG Kehidupan (saya usulkan dinamakan RPL - Role Playing Life).. tahukah senjata yang paling efektif?
Mungkin kurang tepat juga kalau disebut senjata. Mungkin bisa dibilang sumber energi dari banyak senjata yang bisa kita pilih sesuai pribadi kita. Kalau di Final Fantasy VII ada disebut 'Life Force' mungkin disini disebut 'Weapon Force'.
Nah.. hal apakah itu?
Tebak dulu..
...
tak tau? pikirkan lagi..
saya beri clue-nya.. dia abstrak.
...
butuh clue lagi?
dia bergerak, dinamis..
...
clue yg terakhir..
dia memiliki dimensi tersendiri.
....
apakah senjata tersebut?
what is it exactly?
...
ya..
*bukan jam lho ya..!
yaitu.. Waktu.
Time.
It was a dynamic existence living in a divvy dimension with us.
That thing will become our greatest weapon, our greatest material to forge our sword, axe, spear, or other weapon of your choice.
Sudah sering dengar "Waktu bagaikan Pedang" kan..?!
Waktu bisa membantumu mengalahkan musuh, tetapi juga bisa menusukmu.
Hal tersebut bergantung pada pengendalian dari waktu ini.
Bagaimana kita bisa mengendalikan waktu agar dapat menjadi sumber kekuatan..
Bagaimana kita bisa menggunakan waktu agar dapat menempa pedang..
Prinsip skala prioritas pun digunakan.
Tujuan hidup pun disinggungkan.
Visi-misi diturunkan.
Dan mata pelajaran / mata kuliah MANAJEMEN WAKTU pun diusulkan.
Melalui ini, saya mengajak kepada kalian semua untuk memanajemen waktu dengan baik.
Dengan meningkatkan level manajemen waktu, maka meningkat pula lah level senjata kalian untuk menumpas musuh-musuh di jalan perjuangan RPG of Your Own Life, sehingga bisa mendapatkan GOOD ENDING.
Pada angin sendiri terdapat istilah jepang yang menyebut mengenai angin yang menjadi layaknya bilah pedang yang sanggup mengiris dedaunan. Istilah tersebut sering digunakan di manga maupun anime, yaitu kamaitachi.
Kenapa saya masukkan mengenai kamitachi ini? Yah tidak lain karena blog ini adalah blog angin.
:D
Regards.
nb: walau tidak bisa mengendalikan angin, semoga saya bisa mengendalikan waktu ASAP (as soon as possible) XD
Di awal perjuangan............... apa yang harus didapatkan?
Biasanya, kalau main RPG (Role Playing Game) tentu saja..
Memasang Equipment - termasuk weapon (senjata) pada karakter.
Ketika kita tidak memasang senjata, yang notabene harus dilakukan pada settings/option yang -mungkin- bagi pemula terasa agak menyulitkan, lihat saja.. bakalan kalah deh waktu ketemu musuh pertama (meskipun musuh pertama itu lemah).
Nah, pasti sudah pada bertanya-tanya nih analoginya kemana..?
Sebenarnya.. dalam perjuangan di kehidupan, dalam RPG Kehidupan (saya usulkan dinamakan RPL - Role Playing Life).. tahukah senjata yang paling efektif?
Mungkin kurang tepat juga kalau disebut senjata. Mungkin bisa dibilang sumber energi dari banyak senjata yang bisa kita pilih sesuai pribadi kita. Kalau di Final Fantasy VII ada disebut 'Life Force' mungkin disini disebut 'Weapon Force'.
Nah.. hal apakah itu?
Tebak dulu..
...
tak tau? pikirkan lagi..
saya beri clue-nya.. dia abstrak.
...
butuh clue lagi?
dia bergerak, dinamis..
...
clue yg terakhir..
dia memiliki dimensi tersendiri.
....
apakah senjata tersebut?
what is it exactly?
...
ya..
*bukan jam lho ya..!
yaitu.. Waktu.
Time.
It was a dynamic existence living in a divvy dimension with us.
That thing will become our greatest weapon, our greatest material to forge our sword, axe, spear, or other weapon of your choice.
Sudah sering dengar "Waktu bagaikan Pedang" kan..?!
Waktu bisa membantumu mengalahkan musuh, tetapi juga bisa menusukmu.
Hal tersebut bergantung pada pengendalian dari waktu ini.
Bagaimana kita bisa mengendalikan waktu agar dapat menjadi sumber kekuatan..
Bagaimana kita bisa menggunakan waktu agar dapat menempa pedang..
Prinsip skala prioritas pun digunakan.
Tujuan hidup pun disinggungkan.
Visi-misi diturunkan.
Dan mata pelajaran / mata kuliah MANAJEMEN WAKTU pun diusulkan.
Melalui ini, saya mengajak kepada kalian semua untuk memanajemen waktu dengan baik.
Dengan meningkatkan level manajemen waktu, maka meningkat pula lah level senjata kalian untuk menumpas musuh-musuh di jalan perjuangan RPG of Your Own Life, sehingga bisa mendapatkan GOOD ENDING.
Pada angin sendiri terdapat istilah jepang yang menyebut mengenai angin yang menjadi layaknya bilah pedang yang sanggup mengiris dedaunan. Istilah tersebut sering digunakan di manga maupun anime, yaitu kamaitachi.
Kenapa saya masukkan mengenai kamitachi ini? Yah tidak lain karena blog ini adalah blog angin.
:D
Regards.
nb: walau tidak bisa mengendalikan angin, semoga saya bisa mengendalikan waktu ASAP (as soon as possible) XD
Wednesday, August 5, 2009
First Wind
When the wind blows in the first season..
Comes the fluttering feel in the heart.
Please make this mild zephyr as the first introducing.
Makes a warmth, fluttering welcome to all of you. And me.
Welcome to my Zephyr World.
Sylphid.
Subscribe to:
Posts (Atom)

